Prof. Asa’ari dan Dr. M. Ridha Terpilih Pimpin Senat IAIN Kerinci 2025 - 2029

Senat IAIN Kerinci

IAIN Kerinci – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci gelar pemilihan Ketua dan Sekretaris Senat periode 2025-2029, Rabu (16/4/2025).  Hasil akhir pemilihan menetapkan Prof. Dr. H. Asa’ari, M.Ag., sebagai Ketua Senat dan Dr. Muhammad Ridho DS, Lc., M.A., sebagai Sekretaris Senat.

Rektor IAIN Kerinci, Dr. Jafar Ahmad, M.Si., menyampaikan harapannya agar Senat baru dapat mendorong kemajuan institusi.

“Senat diharapkan menjadi motor penggerak peningkatan kualitas akademik, pengembangan SDM, serta transformasi kelembagaan menuju UIN Kerinci,” ujarnya.  

Meski dilaksanakan tanpa mekanisme tertulis, seluruh prosedur pemilihan dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan bersama anggota. Pemilihan diawali dengan menjaring seluruh bakal calon di mana setiap anggota senat diberi kesempatan mengajukan satu nama untuk calon ketua dan satu nama untuk sekretaris secara tertutup melalui surat suara, calon yang sudah diajukan dilarang untuk mengundurkan diri.

Pada tahap selanjutnya, terdapat tiga calon terpilih, diantaranya Prof. Asa’ari sebanyak 18 suara, disusul Prof. Dairabi (2 suara), dan Dr. Syukrawati (1 suara). Sementara untuk Sekretaris, Dr. M. Ridho memperoleh 13 suara total, diikuti Dr. Hadi Candra (4 suara) dan Prof. Dairabi (4 suara). Namun, karena belum memenuhi syarat mayoritas absolut, dilanjutkan ke putaran kedua.

Prof. Masnur Alam, selaku ketua sebelumnya sekaligus pemimpin rapat tersebut menyebutkan ini menjadi bukti proses demokrasi berjalan dengan sangat baik di lingkungan kampus IAIN Kerinci. Walau bersifat tertutup, Masnur menyatakan jika seluruh proses pemilihan dilakukan telah dilakukan sesuai dengan konsensus yang sehat dan baik bagi progres internal institusi.

"Ini tentunya menjadi langkah konkret yang sehat dan baik bagi sebuah proses demokrasi yang berjalan di kampus (IAIN Kerinci —red.)," ungkapnya.

Kemudian pada putaran kedua sebagai putaran penentu, Prof. Asa’ari berhasil memperoleh hasil akhir sebanyak 17 suara, disusul Prof. Dairabi (3 suara) dan Syukrawati (1 suara). Sementara posisi sekretaris, Dr. M. Ridho meraih 14 suara, disusul Dr. Hadi Candra (4 suara) dan Prof. Dairabi (3 suara).


Pemilihan ini menjadi momentum penting dalam menyongsong perubahan status IAIN ke Universitas Islam Negeri (UIN). Prof. Asa’ari, yang masa jabatan rektornya berakhir pada 2025, diharapkan membawa kematangan kebijakan melalui peran Senat.