Depok – Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Amien Suyitno, menegaskan pentingnya setiap perguruan tinggi memiliki distingsi atau kekhasan masing-masing. Hal ini disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kemenag yang digelar di Depok, 21–22 April 2025.
Dalam forum tersebut, Prof. Suyitno menekankan bahwa perguruan tinggi keagamaan Islam harus mampu membangun kekhasan dan daya saing masing-masing, serta aktif menjemput mahasiswa berprestasi.
“Harus ada distingsi antar perguruan tinggi. Rektor jangan hanya menunggu, tapi harus turun langsung menjemput mahasiswa berprestasi,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa saat ini madrasah telah menunjukkan kemajuan signifikan dan mampu bersaing dengan sekolah-sekolah unggulan umum. Bahkan, tingkat kepercayaan publik terhadap madrasah terus meningkat. Momentum ini harus dimanfaatkan oleh perguruan tinggi keagamaan Islam untuk menyambut lulusan-lulusan terbaik dari madrasah.
“Trust publik sedang tinggi terhadap madrasah. Maka kampus-kampus keagamaan harus siap menampung dan mengembangkan potensi lulusan-lulusan terbaik ini,” ujar Prof. Suyitno.
Menanggapi hal tersebut, Rektor IAIN Kerinci, Dr. Jafar, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengupayakan langkah-langkah tersebut sejak tiga tahun terakhir. Menurutnya, IAIN Kerinci secara konsisten melakukan penjaringan mahasiswa berprestasi dari madrasah unggulan dan terus menonjolkan keunggulan program studi kampus sebagai strategi menarik minat calon mahasiswa.
“Kami telah melakukan pendekatan langsung ke madrasah-madrasah, memperkenalkan program unggulan, dan memberikan ruang kepada para siswa berprestasi untuk melanjutkan studi di IAIN Kerinci,” ujar Dr. Jafar.
Prof. Suyitno juga kembali menekankan bahwa kampus harus mampu memberikan ruang dan dukungan nyata kepada mahasiswa berprestasi agar mereka berkembang dan mengharumkan nama institusi.
“Tonjolkan keunggulan kampus, tanggung prestasi mereka,” tutupnya.
Langkah ini diharapkan menjadi bagian dari transformasi pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia agar lebih adaptif, kompetitif, dan berdaya saing tinggi baik di tingkat nasional maupun global
- Log in to post comments
