SUNGAI PENUH – Dalam upaya mempererat sinergi antara dunia kampus dan pesantren, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci melaksanakan kegiatan bertajuk “Kehadiran IAIN Kerinci di Pesantren Taruna Alkahfi Kalam Madani”, Minggu (12/10). Kegiatan ini berlangsung dalam suasana Pengajian Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, yang dihadiri oleh para alim ulama, tokoh masyarakat, wali santri, dan civitas akademika IAIN Kerinci.
Acara dihadiri oleh Wakil Rektor III IAIN Kerinci mewakili Rektor, didampingi sejumlah dosen dan pembina Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Kehadiran mereka disambut hangat oleh pengasuh, dewan guru, dan santri Pondok Pesantren Taruna Alkahfi Kalam Madani. Suasana khidmat dan kekeluargaan terasa kental sejak awal kegiatan, menandai eratnya hubungan antara lembaga pendidikan tinggi Islam dan pesantren di wilayah Kerinci.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor III IAIN Kerinci Dr. Halil Khusairi, M.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjalin harmoni antara perguruan tinggi dan pesantren. Ia menegaskan, kedua lembaga tersebut memiliki peran strategis dalam membangun generasi Islam yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan moral.
“Pesantren adalah tempat berseminya adab dan keikhlasan, sementara perguruan tinggi menjadi ruang tumbuhnya ilmu dan inovasi. Jika keduanya berjalan bersama, maka lahirlah generasi Islam yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing,” ujarnya dalam sambutan.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan antara kampus dan pesantren. Menurutnya, IAIN Kerinci berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, bukan hanya dalam bentuk kegiatan akademik, tetapi juga pembinaan spiritual dan sosial. Kolaborasi ini, katanya, menjadi bagian dari tanggung jawab moral perguruan tinggi Islam dalam menghidupkan nilai-nilai keislaman di masyarakat.
Rangkaian acara diisi dengan pengajian bersama yang disampaikan oleh Bapak Ferky Ahmad Marlion, M.A., dosen sekaligus Pembina UKM IPQAH (Ikatan Pecinta Qira’atul Qur’an dan Al-Hadits) IAIN Kerinci. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak para santri dan hadirin untuk menjadikan ilmu sebagai jalan menuju keberkahan hidup.
“Ilmu tanpa adab hanya akan menumbuhkan kesombongan. Santri dan mahasiswa harus menyeimbangkan kecerdasan dengan keikhlasan. Dari hati yang bersih, Allah akan menurunkan keberkahan dalam setiap pengetahuan yang dipelajari,” ungkapnya di hadapan jamaah.
Kegiatan pengajian yang dihadiri oleh seluruh orang tua dan wali santri berlangsung penuh makna. Para peserta terlihat antusias mengikuti acara hingga selesai, menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap penguatan pendidikan Islam di Kerinci.
Sementara itu, Pembina Pondok Pesantren Taruna Alkahfi Kalam Madani, H. Khabri Moeis, SE., ME., menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran dan partisipasi IAIN Kerinci dalam kegiatan ini. Ia menilai, kolaborasi semacam ini sangat penting untuk memperkuat kualitas pendidikan Islam di daerah.
“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan ini. Sinergi antara IAIN Kerinci dan pesantren menjadi langkah nyata dalam memperkokoh pendidikan Islam yang moderat dan berkarakter. Kami berharap kerja sama seperti ini terus berlanjut ke depan,” ujar H. Khabri Moeis.
Melalui kegiatan ini, IAIN Kerinci menegaskan perannya sebagai institusi yang tidak hanya fokus pada pendidikan formal, tetapi juga pada pembinaan nilai-nilai keislaman dan sosial kemasyarakatan. Hubungan yang harmonis antara kampus dan pesantren diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi untuk umat.
“Kolaborasi seperti ini perlu terus dijaga dan dikembangkan. IAIN Kerinci dan pesantren memiliki misi yang sama: mencetak generasi Islam yang cerdas, berkarakter, dan siap membangun bangsa,” tutup Wakil Rektor III IAIN Kerinci.
Riki - PUSAT MEDIA DAN PROMOSI ©2025 IAIN Kerinci
- Log in to post comments
