SUNGAI PENUH — Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Kerinci melalui Jurusan Tadris Matematika menyelenggarakan Pelatihan Coding Scratch sebagai Media Pembelajaran Interaktif dan Inovatif, Jumat (17/10). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan diikuti oleh lebih dari 126 peserta yang terdiri atas mahasiswa, guru, dan dosen dari Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
Pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep pemrograman visual berbasis Scratch sebagai alternatif media pembelajaran yang menarik dan interaktif, khususnya dalam bidang pendidikan matematika. Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami bagaimana coding sederhana dapat dimanfaatkan untuk menciptakan media pembelajaran yang menyenangkan dan kontekstual di era digital.
Dekan FTIK IAIN Kerinci, Dr. Eva Ardinal, M.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran kini menjadi kebutuhan mendasar dalam menciptakan proses belajar yang bermakna.
“Melalui Scratch, guru dapat mengintegrasikan logika, kreativitas, dan visualisasi dalam satu media pembelajaran yang mampu memotivasi siswa untuk berpikir komputasional dan kreatif,” ujarnya.
Sebagai narasumber utama, Riska Ayu Ardani, M.Pd., dosen dan pakar pengembangan media pembelajaran digital dari UIN Walisongo Semarang, menyampaikan materi tentang prinsip dasar pemrograman block-based, penerapan Scratch untuk media interaktif, serta implementasinya pada berbagai materi matematika seperti operasi bilangan, pecahan, geometri, dan pola bilangan.
Pada sesi praktik, peserta diajak membuat mini project berupa permainan edukatif sederhana menggunakan Scratch. Kegiatan ini menumbuhkan semangat kolaborasi dan kreativitas, karena setiap peserta dapat menyesuaikan produk media pembelajaran dengan konteks kelas masing-masing.
Kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif yang dipandu oleh Rhomiy Handican, M.Pd. Para peserta tampak antusias berbagi pengalaman dan gagasan seputar penerapan media digital dalam pembelajaran berbasis student-centered learning.
Salah satu peserta, Marqules, mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan wawasan baru dalam mengemas pembelajaran matematika menjadi lebih menyenangkan dan bermakna.
“Ternyata coding tidak sesulit yang dibayangkan. Scratch membuat proses belajar menjadi lebih hidup dan memotivasi siswa untuk mencoba hal-hal baru,” ujarnya.
Kegiatan ditutup secara resmi oleh Ketua Jurusan Tadris Matematika, Noperta, M.Pd. Ia menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program kerja jurusan tahun 2025 yang berfokus pada peningkatan kompetensi dan kualitas lulusan.
“Kegiatan ini akan berlanjut hingga akhir tahun dengan penyelenggaraan pameran media pembelajaran berbasis teknologi sebagai tindak lanjut dari pelatihan ini,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Jurusan Tadris Matematika IAIN Kerinci menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam pengembangan media pembelajaran digital yang mendukung penerapan Kurikulum Merdeka dan pendekatan Computational Thinking (CT). Diharapkan, pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam mencetak generasi pendidik yang kreatif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.
Riki - PUSAT MEDIA DAN PROMOSI ©2025 IAIN Kerinci
- Log in to post comments
