LPM IAIN Kerinci Dorong Transformasi Kurikulum Digital di Era Disruptif Teknologi

LPM IAIN Kerinci Dorong Transformasi Kurikulum Digital di Era Disrupsi Teknologi

SUNGAI PENUH - Dalam semangat memperkuat mutu akademik dan merespons pesatnya perkembangan teknologi, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci menggelar Webinar Nasional bertajuk “Kurikulum Reborn: Strategi dan Mekanisme Pengembangan Kurikulum di Era Disruptif Teknologi”  Sabtu, (1/11), mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.

Kegiatan ilmiah ini menjadi ruang refleksi dan kolaborasi akademik untuk merumuskan arah baru pengembangan kurikulum pendidikan tinggi Islam yang relevan dengan era digital dan kemunculan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Webinar menghadirkan Prof. Dr. Budiyono Saputro, S.Pd., M.Pd., Guru Besar UIN Salatiga sekaligus Master Trainer BNSP, serta diikuti oleh Wakil Rektor, Dekan, Dosen, dan Tenaga Kependidikan IAIN Kerinci yang berpartisipasi aktif dalam diskusi.

Dalam sambutannya, Rektor IAIN Kerinci, Dr. Jafar Ahmad, S.Ag., M.Si., menegaskan pentingnya transformasi kurikulum yang berorientasi pada pemanfaatan teknologi informasi dan integrasi kecerdasan buatan sebagai wujud kesiapan perguruan tinggi menghadapi perubahan zaman.

“Perubahan cepat di era digital menuntut pendidikan tinggi untuk beradaptasi. Integrasi AI dalam kurikulum bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan agar lulusan memiliki daya saing dan relevansi global,” ujar Rektor.

Beliau juga menekankan bahwa penguatan kurikulum berbasis digital menjadi bagian dari strategi IAIN Kerinci dalam membangun ekosistem akademik yang inovatif, religius, dan berdaya saing internasional. 

Sementara itu, Ketua LPM IAIN Kerinci, Dr. M. Nurzein, M.Pd., menyampaikan bahwa penyusunan kurikulum di era disrupsi tidak cukup hanya memenuhi standar administratif, melainkan harus berorientasi pada “Kurikulum Berdampak” kurikulum yang memberi manfaat nyata bagi mahasiswa, masyarakat, dan dunia kerja.

“Kurikulum yang berdampak mampu menumbuhkan kompetensi, karakter, dan kreativitas mahasiswa, sekaligus mengakomodasi kebutuhan akreditasi program studi dan institusi,” jelasnya.

Beliau juga menegaskan perlunya kolaborasi berkelanjutan antara LPM, fakultas, dan dosen dalam melakukan evaluasi dan pembaruan kurikulum agar sejalan dengan standar mutu BAN-PT dan LAM, serta mendukung visi pendidikan tinggi Islam yang unggul. 

Sebagai narasumber utama, Prof. Dr. Budiyono Saputro, S.Pd., M.Pd. mengulas secara komprehensif tentang sistematika penyusunan kurikulum di era disrupsi. Ia menegaskan bahwa kurikulum harus disusun secara ilmiah, sistematis, dan responsif terhadap perubahan sosial serta kemajuan teknologi.

“Kurikulum efektif berawal dari analisis kebutuhan, perumusan capaian pembelajaran, hingga strategi implementasi dan evaluasi berkelanjutan. Prinsip Outcome-Based Education (OBE) perlu menjadi fondasi utama dalam proses pengembangan,” paparnya.

Beliau juga menyoroti pentingnya mengintegrasikan literasi digital, kecerdasan buatan, serta pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) sebagai pendekatan baru dalam pendidikan tinggi.

Kegiatan berlangsung dinamis dengan sesi tanya jawab interaktif yang menggali praktik baik, tantangan, serta strategi penguatan kurikulum di perguruan tinggi keagamaan. Antusiasme peserta mencerminkan komitmen bersama untuk terus berinovasi dalam bidang akademik dan pengembangan mutu pendidikan.

Melalui kegiatan ini, LPM IAIN Kerinci menegaskan perannya sebagai motor penggerak penjaminan mutu di tingkat institusi. Webinar “Kurikulum Reborn” menjadi langkah strategis menuju IAIN Kerinci yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di era transformasi digital.

Riki - PUSAT MEDIA DAN PROMOSI ©2025 IAIN Kerinci