Sungai Penuh - Dalam rangka membentuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) profesional, berkarakter, berintegritas, serta memiliki pemahaman tentang nilai dasar, peran dan kedudukan sebagai ASN Kementerian Agama (Kemenag) yang diampu oleh Pusdiklat dan Balai Diklat melaksanakan pelatihan dasar CPNS. Terdapat 40 peserta pelatihan dasar tersebut, yang terdiri dari 34 dosen dan 6 tenaga administrasi.
Kepala Bidang Program dan Penjaminan Mutu, H. Syaiful Bahri menyatakan bahwa dasar hukum dilakukan kegiatan Latsar CPNS ialah UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN, Peraturan Menag No. 19 Tahun 2020 tentang penyelenggaraan pelatihan Sumber Daya Manusia pada Kemenag, dan Peraturan Lembaga Administrasi Negara RI No. 1 Tahun 2021 tentang pelatihan dasar CPNS.
Keseluruhan peserta Latsar CPNS tahun ini berjumlah 5179 orang, tersebar di Kanwil dan Perguruan Tinggi yang terdiri dari 1379 jabatan fungsional administrasi, 1707 jabatan fungsional dosen, 1813 jabatan fungsional guru, 136 jabatan fungsional penghulu, dan 144 jabatan fungsional penyuluh.
Pelatihan Dasar CPNS yang dimulai pada Senin (2/8) sampai akhir Oktober ini menerapkan metode blended learning melalui zoom meeting dan live streaming dengan sumber dana yang berasal dari Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) Badan Litbang dan Diklat tahun 2021.
Pada kegiatan tersebut hadir Tenaga Ahli Bidang Riset Menteri Agama, Hasanuddin Ali, Sekretaris Balitbang, Muharom Marzuki, Kapus Teknis Pendidikan dan Keagamaan, Imam Syafii, Kepala Balai Diklat seluruh Indonesia, Widyaiswara, dan seluruh CPNS peserta Latsar.
Kepala Pusdiklat Tenaga Administrasi, H. Ahmad Bukhari, berharap agar para Widyaiswara dan peserta memperhatikan setiap kegiatan nantinya, karena ini adalah metode baru, yakni blended learning, "Memadukan kompetensi kultural dan kompetensi bidang, sehingga lahir akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi" jelasnya.
Arahan menteri agama yang diwakili oleh Tenaga Ahli Bidang Riset Menteri Agama Hasanuddin Ali, menyambut baik Latsar dengan metode virtual. Menurutnya pemanfaatan teknologi menjamin keberlangsungan setiap pelatihan, kursus, dan lain-lain "Apa yang dilakukan semoga tidak mengurangi makna dan kualitas pelatihan, tidak hanya fokus pada knowledge tetapi juga pengembangan skill" tutupnya.
- Log in to post comments
