SUNGAI PENUH – Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci bersama Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro mengadakan kerjasama pada Webinar Nasional yang diadakan pada, Sabtu (22/10).
Mengusung tema ‘Penguatan Profil Pelajar Pancasila’, webinar yang dihadiri oleh sekitar 500 mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa IAIN Kerinci untuk memahami konsep pelajar pancasila lebih komprehensif. Ketua Jurusan PAI IAIN Kerinci, Dr. Nuzmi Sasferi, M.Pd., menerangkan bahwa generasi milenial saat ini harus paham pancasila demi menguatkan pemahaman atas moderasi beragama.
Rektor UNUGIRI K. M. Jauharul Ma’arif, M.Pd.I., selaku keynote speaker menyampaikan dalam materinya bahwa tema webinar ini menarik. Ada indikasi, bila nilai-nilai Pancasila pelajar kita kian luntur dari informasi media cetak dan online. Tepat bila profile pelajar Pancasila yang masuk kurikulum merdeka, kita sambut dengan baik.
“Internalisasi Pancasila dulu itu masif dilakukan. Baik melalui kegiatan penataran di sekolah atau kelembagaan. Saya dulu beberapa kali mengikuti penataran P4 yang dilaksanakan awal masuk sekolah. Kemudian ditiadakan, dan saat ini digalakkan lagi dengan format yang berbeda. Karenanya perlu kita sambut bersama-sama,” katanya.
Gus Arif, panggilan akrab K. M. Jauharul Ma’arif, M.Pd.I. juga menambah, bila enam profil pelajar Pancasila juga sudah sesuai dengan kompetensi pelajar abad 21.
“Bila saya lihat, enam profile pelajar Pancasila meliputi: dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; berkebhinekaan global; bergotong royong; mandiri; bernalar kritis; dan kreatif, sudah sesuai dengan kompetensi berpikir abad 21. Yakni kritis, kreatif, kolaboratif, komunikatif. Sudah masuk semua,” terangnya.
Senada dengan Rektor, Dekan Fakultas Tarbiyah UNUGIRI Dr. H. Ahmad Manshur, M.A., yang menjadi opening speech menyebut bila profil pelajar Pancasila itu penting. Apalagi budaya gotong royong dewasa seakan-akan memudar. Melalui profil pelajar Pancasila ini, diharapkan budaya adiluhung kembali menjadi jatidiri pelajar kita.
“Saya yakin, dengan menguatkan enam pilar dalam profil pelajar pancasial ini, kita akan menjadi bangsa yang bermartabat, terhormat dimata dunia. Karenanya saya ucapkan selamat kepada Kaprodi PAI-PGMI yang telah melaksanakan kegiatan ini,” ucapnya.
Adapun panitia webinar nasional PAI-PGMI Fahru Rozi, M.Pd.I. menyampaikan, bila kegiatan ini juga dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan HSN dan Diesnatalis Ke-8 UNUGIRI.
- Log in to post comments
