SUNGAI PENUH - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci di kancah internasional. Habi Sabda Ihsan, mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI), berhasil memperoleh Conditional Offer dari dua perguruan tinggi luar negeri sekaligus, yakni University of Nottingham, Inggris, dan University of Canterbury, Selandia Baru, untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang magister di bidang Teaching English to Speakers of Other Languages (TESOL). Capaian ini menjadi semakin istimewa karena tawaran tersebut diperoleh Habi ketika dirinya masih menyelesaikan pendidikan jenjang sarjana di IAIN Kerinci.
Keberhasilan Habi tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa IAIN Kerinci memiliki peluang untuk menembus perguruan tinggi internasional sepanjang dibarengi dengan kesiapan akademik, kemampuan bahasa Inggris, serta keberanian untuk mengambil kesempatan. Melalui skema Conditional Offer, Habi mendapatkan tawaran untuk melanjutkan program MA TESOL di University of Nottingham dan Master of Teaching English to Speakers of Other Languages (MTESOL) di University of Canterbury, dengan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi sebelum penerimaan final.
Bagi Habi, capaian tersebut menjadi pengalaman penting sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan akademik dan bahasa Inggris. Ia mengaku bersyukur dapat memperoleh kesempatan dari dua universitas internasional, terlebih program yang ditawarkan memiliki keterkaitan erat dengan bidang keilmuan yang sedang ditempuhnya di Program Studi Tadris Bahasa Inggris IAIN Kerinci.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa mendapatkan Conditional Offer dari dua universitas, yaitu University of Nottingham dan University of Canterbury. Bagi saya, ini bukan hanya tentang diterima di universitas luar negeri, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk melanjutkan studi,” ujar Habi.
Habi menjelaskan, kesempatan tersebut diperoleh melalui proses persiapan yang tidak singkat. Berbagai persyaratan akademik dan kemampuan bahasa Inggris harus dipersiapkan dengan baik agar dirinya mampu mengikuti proses seleksi. Ia berharap capaian yang diraihnya dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya, khususnya mahasiswa IAIN Kerinci, untuk tidak membatasi diri dalam mengejar kesempatan pendidikan ke tingkat internasional.
“Saya berharap apa yang saya capai ini bisa menjadi motivasi bagi teman-teman mahasiswa lainnya. Jangan takut untuk mencoba dan jangan merasa bahwa kuliah di daerah menjadi batas untuk bermimpi besar. Selama kita mau berusaha, mempersiapkan diri, dan terus belajar, insyaallah peluang untuk melanjutkan studi ke luar negeri terbuka,” katanya.
Ketua Prodi Tadris Bahasa Inggris Musdizal, M.Pd., menyambut baik capaian yang diraih Habi. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa memperoleh Conditional Offer dari dua universitas luar negeri merupakan capaian yang patut diapresiasi sekaligus menjadi gambaran bahwa mahasiswa IAIN Kerinci memiliki kemampuan untuk bersaing dalam lingkungan akademik yang lebih luas. Kaprodi menilai keberhasilan tersebut juga sejalan dengan upaya IAIN Kerinci dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, kompetensi akademik, penguasaan bahasa asing, serta wawasan global mahasiswa.
“Kami sangat mengapresiasi capaian yang diraih Habi Sabda Ihsan. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa IAIN Kerinci memiliki potensi untuk bersaing dan mendapatkan kesempatan akademik di tingkat internasional. Prestasi seperti ini harus menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat kemampuan bahasa asing, dan berani mengambil peluang yang tersedia,” ujar Kaprodi.
Lebih lanjut, Kaprodi berharap Habi dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya dan memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan oleh universitas tujuan. Menurutnya, Conditional Offer merupakan langkah awal yang harus diikuti dengan persiapan matang agar peluang tersebut dapat diwujudkan menjadi keberangkatan studi dan keberhasilan akademik di masa mendatang.
“Kita berharap Habi dapat menyelesaikan seluruh persyaratan yang ditetapkan oleh universitas tujuan dan melanjutkan pendidikan dengan membawa nama baik IAIN Kerinci. Kami juga ingin semakin banyak mahasiswa yang memiliki keberanian untuk bermimpi besar, mempersiapkan diri, dan melanjutkan studi ke perguruan tinggi terbaik, baik di dalam maupun luar negeri,” tegasnya.
Capaian Habi sekaligus menjadi kabar positif bagi Program Studi Tadris Bahasa Inggris IAIN Kerinci. Tawaran dari dua universitas luar negeri tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa IAIN Kerinci memiliki ruang yang luas untuk mengembangkan perjalanan akademik dan profesional, termasuk dalam bidang pengajaran bahasa Inggris yang memiliki jejaring keilmuan internasional.
Dengan diperolehnya dua Conditional Offer tersebut, Habi kini memiliki peluang untuk melanjutkan pendidikan magister di salah satu dari dua universitas tujuan. Prestasi ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa IAIN Kerinci lainnya untuk terus berprestasi, memperluas wawasan, serta menjadikan kesempatan pendidikan internasional sebagai bagian dari perjalanan akademik mereka.
Riki - PUSAT MEDIA DAN PROMOSI
©2026 IAIN Kerinci
- Log in to post comments
