IAIN Kerinci Kembali Gelar Buka Bersama Puasa Ramadhan 1443 H

Nuzul Qur'an dan Buka Bersama Bula Puasa Ramadhan 1443 H/2022 M

SUNGAI PENUH – Peringatan Nuzul Qur’an yang jatuh pada 17 Ramadhan 1443 H tahun ini diperingati melalui momen buka bersama dan sholat tarawih berjamaah dengan seluruh civitas academica IAIN Kerinci sesuai dengan undangan Rektor, Dr. Asa’ari Husein, M.Ag., Jum’at (22/4).

Berbeda dengan tahun kemarin yang dilaksanakan secara terbatas. Acara buka bersama kali ini mengundang secara terbuka seluruh anggota keluarga besar di lingkungan kerja IAIN Kerinci. Sebagaimana yang disampaikan Rektor, acara ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan satu kali setiap tahun selama bulan suci Ramadhan. Secara mendasar, kegiatan buka bersama tersebut bertujuan untuk kembali mempererat tali silaturahmi keluarga besar IAIN Kerinci yang tahun sebelumnya sempat terhambat lantaran Pandemi Covid-19.

“Kegiatan rutin buka bersama bulan puasa Ramadhan tahun ini kembali kita selenggarakan secara terbuka, jika tahun sebelumnya kita hanya menggundang beberapa unsur pimpinan saja, Alhamdulillah sekarang kita harusnya sudah dapat berkumpul kembali,” papar beliau.

Acara yang berlokasi di Masjid Kampus Al-Muthmainnah terlihat cukup ramai dihadiri oleh unsur pimpinan, dosen, tendik, pegawai, hingga Karyawan di lingungan IAIN Kerinci, meski demikian tidak seluruhnya datang memenuhi undangan. Kemungkinan hal ini terjadi disebabkan kurangnya sosialisasi kepada civitas academica dan kecemasan atas kondisi pandemi yang cenderung masih belum stabil.

“Undangan masih belum seratus persen yang hadir, diperkirakan nuansa pandemi Covid-19 masih terasa hingga sekarang. Tahun depan, mudah-mudahan kondisi kesehatan masyarakat sudah stabil, kembali sedia kala, dan kita bisa merasa aman untuk melakukan pertemuan umum tanpa terhalang apapun lagi,” ungkap Kepala UPT TIPD IAIN Kerinci, Ade Putra Hayat, M.Pd.

Hadir sebagai penceramah, dosen sekaligus Kepala MUI Kabupaten Kerinci, Dr. Muhammad Rasyddin, M.Ag, memaparkan tema tausiyah Ramadhan tentang Ukuwah Islamiah. Dalam ceramahnya, beliau menerangkan arti penting persaudaraan umat Islam dalam menyelesaikan beragam persoalan dan ancaman. Isu krisis sosial yang sekarang sedang menjadi tantangan dunia maupun Indonesia seperti penganiayaan dan penindasan tidak dibenarkan dalam konteks keagamaan manapun terutama Islam. Pemahaman umum Islam tentang agama Rahmatan lil ‘Alamain adalah Islam yang mulia adabnya dan membawa manfaat bagi sesama, bukan sebaliknya.

“Kita lihat sekarang dunia, suka sekali perang, apalagi di Indonesia. Krisis moral, krisis kemanusiaan, penganiayaan yang dilakukan kawula muda akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan, perlu upaya dari hulu-hilir untuk peduli untuk merespon dengan tepat gejolak yang sedang terjadi. Tentunya kita tidak ingin generasi Islam kedepan hidup dengan pemahaman agama yang ekstrim, kurang toleransi, kurang memahami, dan kurang kasih sayang antar sesama,” tegas beliau.

Kegiatan buka bersama bulan Ramadhan kali ini tetap dengan mengedepankan standar protokol kesehatan yang ketat. Vaksinasi menjadi syarat wajid bagi seluruh civitas academica IAIN Kerinci untuk melaksanakan aktivitas di kampus. Tentunya ikhtiar tersebut diharapkan dapat memberikan dampak kesehatan yang stabil dan merata. IAIN Kerinci selalu mendorong upaya pemerintah untuk mengembalikan kondisi kesehatan masyarakat kembali seperti semula melalui beragam program kesehatan dan sosialisasi kesehatan di lingkungkan kampus yang telah terealisasikan. (Media Center – TIPD)