Sungaipenuh, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Kerinci terus bergerak meningkatkan kualitas kehidupan akademik dan kampus. Selasa (7/11), LPM menyelenggarakan acara Pembinaan Mahasiswa Langka Minat di Gedung Pertemuan Kampus Utama di Desa Sumur Gedang Kecamatan Pesisir Bukit.
Panitia pelaksana, Drs. Alwis, M.Pd mengatakan, sasaran kegiatan adalah mahasiswa dari 5 program studi (prodi) yang peminatnya lebih rendah dari prodi lainnya, yakni Program Studi Manajemen Dakwah, Pendidikan Bahasa Arab, Hukum Keluarga, Ilmu al-Quran dan Hadis dan Manajemen Pendidikan Islam.
Ketua LPM IAIN kerinci, Dr. Laswadi saat memberi sambutan mengatakan, tujuan acara ini untuk memotivasi dan memberi semangat kepada mahasiswa yang berasal dari 5 prodi itu. Setelah acara, Laswadi berharap para mahasiswa lebih giat menimba ilmu di prodinya masing-masing.
Doktor di bidang Pendidikan Matematika ini mengatakan, kompetensi alumni perguruan tinggi dalam merebut lapangan pekerjaan saat ini sangat tinggi. Menurutnya kondisi ini justeru menguntungkan mahasiswa dari prodi yang jumlah mahasiswanya sedikit.
“Sesuai sunnatullah, di dalam kehidupan ini selalu ada kompetensi dan secara matematika, Anda ini orang yang beruntung karen memiliki peluang yang lebih besar daripada mahasiswa lain,” katanya.
Selama acara, mahasiswa akan dibekali dengan berbagai materi, diantaranya Paradigma Baru Pendidikan Dalam Mengahadpi MEA, Peluang dan Tantangan Sarjana Non Kependidikan, Peluang dan Tantangan Dakwah di Era Digital, serta Mengelola Hidup dan Merencanakan Masa Depan.
Acara yang berlangsung selama satu hari penuh ini dibuka langsung oleh Rektor IAIN kerinci, Dr. Y. Sonafist, M.Ag.
“Jangan pikirkan pekerjaan dulu, sekarang kalian fokus menimba ilmu. Menuntut ilmu itu jangan tanggung-tanggung, kuliah di jurusan Bahasa Arab tapi tak mengerti apa itu isim dan fi’il.” Katanya mencontohkan.
Lebih jauh, Sonafist meminta mahasiswa “langka minat” tidak merasa minder, apalagi sampai mengendorkan semangat untuk menuntut ilmu.
“Saya dulu kuliah di jurusan Akhwalul Syaksiyah, bukan jurusan favorit, peminatnya sedikit sekali. Tapi sekarang saya pun nggak menyangka jadi rektor,” katanya.
- Log in to post comments
