IAIN Kerinci Gelar Sosialisasi SIAKAD Berbasis SISTER, BKD, dan PDDIKTI

IAIN Kerinci Gelar Sosialisasi SIAKAD Berbasis SISTER, BKD, dan PDDIKTI

SUNGAI PENUH – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) menggelar sosialisasi Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) berbasis SISTER yang terintegrasi dengan Beban Kerja Dosen (BKD) serta Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI). Kegiatan ini dilakukan secara daring, yang dihadiri Rektor, Wakil Rektor I, Ketua LPM, dan Kepala UPT TIPD ini diikuti dosen serta tenaga kependidikan, pada rabu malam (03/8). Sosialisasi digelar sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola akademik, meningkatkan akuntabilitas, sekaligus mempercepat transformasi digital kampus.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta diberikan pemahaman komprehensif mengenai pentingnya pengelolaan data akademik secara digital. Mulai dari pencatatan aktivitas dosen, pelaporan kinerja, hingga sinkronisasi data mahasiswa yang terhubung dengan sistem nasional. Melalui penerapan aplikasi ini, setiap data akademik diharapkan dapat dikelola secara akurat, transparan, dan akuntabel sesuai standar pendidikan tinggi.

Rektor IAIN Kerinci, Dr. Jafar Ahmad, M.Si., menegaskan bahwa sosialisasi ini bukan sekadar acara teknis, melainkan bagian dari arah kebijakan institut. Menurutnya, penerapan aplikasi digital akan membantu memperkuat transparansi, efisiensi, dan profesionalisme dosen dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi.

“Pada prinsipnya, aplikasi ini diciptakan untuk memudahkan pemenuhan berbagai kebutuhan, baik kelembagaan maupun personal dosen dalam melaporkan BKD. Kehadiran aplikasi ini membuat proses pelaporan lebih efisien, akurat, dan transparan,” ujar Rektor.

Ia menambahkan, digitalisasi menjadi langkah strategis menghadapi tantangan pendidikan tinggi era revolusi industri 4.0. Visi IAIN Kerinci sebagai kampus yang adil, unggul, dan berbasis teknologi, harus diwujudkan secara konsisten. Hal ini bukan hanya kepentingan individu dosen, melainkan bagian dari strategi besar meningkatkan akuntabilitas institusi sekaligus mendukung pencapaian akreditasi.

Wakil Rektor I, Dr. Faizin, M.Ag., menyoroti pentingnya menanamkan budaya digital di kalangan sivitas akademika. Ia menekankan bahwa pengembangan aplikasi tidak boleh berhenti di tahap sosialisasi, tetapi harus menjadi kebiasaan yang melekat pada aktivitas akademik maupun administrasi.

“Perkembangan teknologi begitu cepat, jika kita tidak mampu mengikutinya, maka kita akan tertinggal. Karena itu, transformasi digital harus menjadi komitmen bersama. Ke depan, IAIN Kerinci akan terus mengembangkan aplikasi inovatif yang mendukung kemajuan lembaga, dan seluruh dosen serta tenaga kependidikan diharapkan aktif menerapkannya,” jelasnya.

Ketua LPM Dr. M Nurzen s., M.Pd., menilai sistem digitalisasi ini menjadi instrumen penting dalam mendukung mutu dan akreditasi perguruan tinggi. Menurutnya, data yang terekam melalui BKD maupun SIAKAD akan mempermudah proses evaluasi, verifikasi, dan penilaian eksternal.

“Data digital menghadirkan transparansi, keterlacakan, serta kemudahan verifikasi. Semua aspek ini menjadi poin penting dalam proses akreditasi. Dengan demikian, pengembangan aplikasi selaras dengan misi LPM untuk meningkatkan mutu akademik maupun non-akademik secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Dari sisi teknis, Kepala UPT TIPD Ade Putra Hayat, M.Pd., menyampaikan komitmennya dalam mengembangkan aplikasi yang ramah pengguna dan terintegrasi. Ia juga menekankan pentingnya adaptasi seluruh sivitas akademika. Tantangan terbesar ke depan adalah bagaimana memastikan setiap dosen dan tenaga kependidikan terbiasa dengan sistem digital. Karena itu, dukungan pelatihan dan pendampingan akan terus dilakukan.

“Aplikasi ini dibangun tidak hanya untuk kepentingan administratif, tetapi juga menjawab tuntutan era digital yang menekankan kecepatan, akurasi, dan keterbukaan data. Kami siap melakukan sosialisasi, pelatihan, serta peningkatan layanan agar penggunaan aplikasi benar-benar optimal,” ujarnya.

Sosialisasi SIAKAD berbasis SISTER, BKD, dan PDDIKTI ini menjadi bukti komitmen IAIN Kerinci dalam mempercepat transformasi digital. Integrasi sistem ini tidak hanya mempermudah administrasi, tetapi juga memperkuat mutu, meningkatkan akuntabilitas, dan mendukung akreditasi perguruan tinggi.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, IAIN Kerinci menunjukkan komitmennya untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi, serta mendukung kebijakan pemerintah dalam mewujudkan tata kelola pendidikan tinggi yang akuntabel dan terintegrasi. Sosialisasi ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa IAIN Kerinci tidak hanya fokus pada peningkatan mutu pembelajaran, tetapi juga serius dalam membangun infrastruktur digital yang mendukung tercapainya visi sebagai perguruan tinggi Islam yang modern, bermutu, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.

Riki - PUSAT MEDIA DAN PROMOSI
©2025 IAIN Kerinci