Rektor IAIN Kerinci: Elep Solehan Bukti Pendidikan Itu Inklusif

Rektor IAIN Kerinci: Elep Solehan Bukti Pendidikan Itu Inklusif

SUNGAI PENUH, IAIN Kerinci - Keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Hal itu tergambar jelas dari sosok Elep Solehan, mahasiswa disabilitas penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) yang tetap tekun menempuh studi di IAIN Kerinci. Kisah perjuangan Elep bukan hanya menjadi inspirasi bagi sesama mahasiswa, tetapi juga menguatkan komitmen IAIN Kerinci di bawah kepemimpinan Rektor Dr. Jafar Ahmad, S.Ag., M.Si., untuk terus menghadirkan pendidikan tinggi yang ramah, inklusif, dan memberi kesempatan yang sama bagi semua anak bangsa.

Elep bukanlah mahasiswa biasa. Selain menjadi bagian dari angkatan 2022 Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, ia juga penerima manfaat KIP-K, program bantuan pemerintah yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa kurang mampu untuk tetap melanjutkan pendidikan tinggi. Namun kisah Elep lebih dari sekadar tentang bantuan; ini adalah kisah perjuangan, dedikasi, dan semangat tanpa henti.

Pada tahun 2023, Elep memutuskan untuk tinggal di Ma’had Al-Jami’ah IAIN Kerinci. Di sana, ia mengikuti program takhassus Bahasa Inggris angkatan XVIII. Meski harus menghadapi kondisi fisik yang tidak seperti mahasiswa lainnya, Elep tidak pernah menjadikan itu alasan untuk bermalas-malasan.

“Selama saya di Ma’had, saya terus belajar tanpa mengenal kata lelah. Setiap kelas saya ikuti dari pagi, sore, hingga malam,” tutur Elep dengan suara penuh semangat.

Setiap harinya, Elep menempuh perjalanan dari Ma’had ke kampus dengan bus yang telah disediakan. Ia menjalani hari-harinya dengan jadwal padat, kuliah di siang hari, belajar bahasa di pagi dan malam hari, tanpa pernah mengeluh.

Prinsip hidupnya sederhana namun mendalam: Orang lain bisa melakukannya, kenapa saya tidak?

“Walaupun saya mempunyai keterbatasan, saya tidak akan pernah menyerah sedikit pun. Semua manusia tidak ada yang sempurna. Setiap kekurangan pasti ada kelebihannya,” ungkapnya.

Ketekunan dan kedisiplinan Elep tak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri. Ketua Forum Mahasiswa KIP-K IAIN Kerinci, Dzikril Ikhsan, menyampaikan kekagumannya.

“Beliau orangnya sangat disiplin. Di Ma’had, shalatnya teratur, dan saat kelas selalu datang tepat waktu, seolah-olah tanpa keterbatasan. Bahkan di saat yang sama, beliau juga tetap menjalani perkuliahan sebagaimana mahasiswa pada umumnya,” ujar Dzikril.

Kisah Elep Solehan menjadi cermin bagi banyak mahasiswa lainnya bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Ia menyampaikan pesan penuh semangat kepada adik-adik mahasiswa:

“Jangan pernah menyerah. Tetap semangat. Lakukanlah apa yang bisa kita lakukan. Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Jangan pernah merasa minder, apalagi putus asa. Karena setiap orang memiliki hak yang sama untuk sukses.”

Rektor IAIN Kerinci, Dr. Jafar Ahmad, S.Ag., M.Si., turut memberikan apresiasi atas perjuangan Elep. Menurutnya, sosok Elep adalah bukti nyata bahwa pendidikan tinggi adalah ruang inklusif yang memberi kesempatan yang sama bagi semua anak bangsa, tanpa terkecuali.

“IAIN Kerinci berkomitmen untuk menjadi kampus yang ramah dan inklusif bagi seluruh mahasiswa, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik maupun latar belakang ekonomi. Elep Solehan adalah teladan nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Justru dari keterbatasan itulah lahir kekuatan dan inspirasi bagi kita semua,” ungkap Rektor.

Lebih lanjut, Dr. Jafar Ahmad menegaskan bahwa pihak kampus akan terus menghadirkan dukungan, baik melalui fasilitas, program beasiswa, maupun lingkungan akademik yang kondusif. “Kami ingin setiap mahasiswa merasa dihargai, didukung, dan diberikan ruang seluas-luasnya untuk berkembang. Semangat Elep adalah energi positif yang akan terus kami dorong agar menjadi inspirasi di lingkungan kampus dan masyarakat luas,” tambahnya.