Prodi S-1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FUAD IAIN Kerinci Laksanakan Asesmen Lapangan

 Prodi S-1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FUAD IAIN Kerinci Laksanakan Asesmen Lapangan

SUNGAI PENUH – Suasana akademik di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci terasa berbeda selama tiga hari terakhir. Mulai tanggal 19 hingga 21 September 2025, Program Studi (Prodi) S-1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD), menjadi pusat perhatian seiring dengan berlangsungnya asesmen lapangan akreditasi. Kegiatan ini merupakan tahapan penting yang menentukan mutu, kelayakan, sekaligus masa depan prodi dalam upaya meraih pengakuan akreditasi yang lebih baik.

Asesmen lapangan ini menghadirkan dua pakar di bidang perpustakaan dan informasi, yakni Prof. Dr. Laksmi, S.S., M.A. dan Prof. Dr. Agus Rusmana, Drs., M.A., yang ditugaskan sebagai asesor. Kehadiran keduanya disambut penuh antusias oleh keluarga besar IAIN Kerinci.


Pelaksanaan asesmen tidak hanya menjadi urusan prodi, tetapi melibatkan seluruh unsur kampus. Acara pembukaan dihadiri langsung oleh Rektor IAIN Kerinci, didampingi jajaran wakil rektor, dekan dan wakil dekan FUAD, para ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan mahasiswa dan alumni. Kehadiran para mitra pengguna lulusan juga memberi warna tersendiri, sebab mereka memberikan testimoni mengenai kontribusi alumni di dunia kerja.

Antusiasme terlihat jelas dari interaksi yang terjalin selama asesmen. Mahasiswa menyampaikan pengalaman belajar, alumni berbagi kiprah setelah lulus, sementara dosen dan tenaga kependidikan menunjukkan berbagai capaian yang telah diraih. Semua itu menjadi gambaran nyata tentang keseriusan prodi dalam membangun mutu pendidikan.


Rangkaian asesmen lapangan berlangsung padat dan sistematis. Tim asesor melakukan verifikasi dokumen Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS), yang kemudian diperdalam melalui sesi wawancara dengan pimpinan universitas, fakultas, dan prodi.

Selain itu, dilakukan pula diskusi dengan dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa untuk menilai suasana akademik, proses pembelajaran, dan layanan kampus. Pertemuan dengan alumni dan pengguna lulusan menjadi bagian penting untuk melihat keterkaitan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja. Tidak kalah penting, asesor juga meninjau sarana dan prasarana, termasuk ruang kuliah, laboratorium, perpustakaan, serta fasilitas teknologi informasi yang menunjang pembelajaran.


Dalam sambutannya, Rektor IAIN Kerinci Dr. Jafar Ahmad, S.Ag., M.Si.,  menyampaikan rasa terima kasih sekaligus optimisme.Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa akreditasi merupakan salah satu indikator penting dari komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu.

“Kami menyambut baik pelaksanaan asesmen lapangan ini. Kegiatan ini bukan sekadar penilaian, melainkan juga kesempatan berharga untuk memperoleh masukan demi perbaikan berkelanjutan. Harapan kami, Prodi S-1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam dapat meraih hasil terbaik dan semakin memberi manfaat nyata bagi mahasiswa serta masyarakat luas.”ujarnya.


Perwakilan tim asesor dalam sambutannya menjelaskan bahwa asesmen lapangan dilaksanakan untuk memastikan kesesuaian antara laporan yang telah disampaikan dengan kondisi riil di lapangan. Proses ini diharapkan mampu membantu prodi dalam meningkatkan kualitas secara berkelanjutan.


Prodi menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam pengembangan kurikulum, penelitian, dan pengabdian masyarakat, serta memastikan lulusannya mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Asesmen lapangan ini menjadi tonggak penting bagi Prodi S-1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam dalam upaya memperkuat mutu. Seluruh pihak berharap agar hasil akreditasi dapat mencerminkan kerja keras dan dedikasi yang telah dilakukan.


Dengan berakhirnya asesmen lapangan pada 21 September 2025, Prodi S-1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FUAD IAIN Kerinci semakin optimis menatap masa depan. Hasil akreditasi nantinya diharapkan tidak hanya memberikan pengakuan formal, tetapi juga menjadi pendorong semangat untuk terus menghadirkan pendidikan yang berkualitas, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat..