KUALA TUNGKAL – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-50 Tingkat Provinsi Jambi yang digelar di Kabupaten Tanjung Jabung Barat resmi dibuka hari ini (3/10). Rektor IAIN, Dr. H. Asa’ari, M.Ag. turut hadir sebagai tamu undangan pada gelaran akbar yang menjadi agenda rutin nasional ini.
Kehadiran Rektor IAIN Kerinci pada gelaran MTQ tahun ini adalah bentuk sumbangsih moril kepada peserta MTQ yang bertanding pada event yang diadakan setiap dua tahun sekali ini. Sebagaimana yang diterangkan beliau saat setibanya di Kuala Tungkal.
“Ini sebagai support system IAIN Kerinci demi kesuksesan penyelengaraan MTQ tahun ini, diharapkan dengan kehadiran saya disini bisa memberikan motivasi sebagai bentuk dukungan moril, biar peserta lebih semangat bertanding, terkhusus pada mahasiswa IAIN Kerinci”, ungkapnya
Tahun ini IAIN Kerinci mengirimkan enam orang peserta untuk berkompetisi di berbagai cabang kompetisi seperti Qira’at, Tilawah Remaja, Makalah Qur’an, Barzanji, Marhaban, dan Kaligrafi yang masing-masing cabang diisi satu peserta. Asa’ari menyebutkan jika pada kompetisi kali ini jumlah peserta mahasiswa yang ditandingkan masih relatif sedikit dan sejatinya harus dievaluasi dengan lebih baik kedepan, seperti yang diterangkannya.
“Tentu dengan jumlah yang mengikuti MTQ tahun ini masih relatif sedikit, Selanjutnya kami dari IAIN Kerinci, agar mudah mengevaluasi, kedepannya akan mlaksanakan program pembinaan dan pendampingan yang maksimal dengan membentuk semacam lembaga tilawatil Al-Qur’an yang mampu menampung dan memberikan output bagi MTQ yang akan dilaksanakan dikemudan hari”, papar beliau.
Rektor IAIN kerinci juga mengakui bahwa persiapan mahasiswa untuk mengikuti MTQ tahun ini kurang maksimal dikarenakan kurang optimalnya fasilitas dan koordinasi. Sebagaimana yang diterangkannya.
“Pertama belum ada UKM ataupun lembaga untuk membina seluruh lembaga yang ditandingkan, kecuali cabang tilawatil qur’an yaitu IPQAH. Kedua, secara kompetensi rata-rata mahasiswa kita sebenarnya memiliki potensi untuk mengikuti seluruh cabang ada di MTQ, hanya saja kita belum mengetahui secara spesifik standar kualifikasi peserta, sebab standar ini telah melalui proses didikan Lembaga Pendidikan Taman Qur’an untuk di rekomendasikan keikutsertaanya dalam MTQ”. sambungnya.
Sebagai informasi, keseluruhan peserta yang mengikuti ajang MTQ pada tahun ini berjumlah 1034 orang dari sebelas cabang yang dilombakan. Meskipun gelaran ini dilaksanakan pada situasi pandemi Covid-19, hal ini tidak menyurutkan semangat panita MTQ untuk melaksanakan event berkala ini dengan khidmat dan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Tentunya selaku tuan rumah Tanjung Jabur Barat tentunya juga memberikan sambutan yang meriah dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat bagi seluruh peserta dan tamu undangan. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 30 September hingga 8 Oktober nanti.
- Log in to post comments
