Fakultas Syariah IAIN Kerinci Gelar Seminar Nasional, Siapkan Sarjana Hukum Kompeten dan Berintegritas

Fakultas Syariah IAIN Kerinci Gelar Seminar Nasional, Siapkan Sarjana Hukum Kompeten dan Berintegritas

SUNGAI PENUH –  Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci menggelar seminar nasional bertajuk “Membangun Sarjana Syariah yang Kompeten dan Berintegritas: Tantangan Dunia Peradilan dan Profesi Hukum di Era Modern” di Gedung Rektorat Lantai III IAIN Kerinci, Selasa (3/11). Kegiatan yang diikuti peserta secara luring dan daring ini menghadirkan tiga narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi hukum, yakni Prof. Dr. H. Ismail, M.Ag., Dr. Rendra Widyakso, S.H., M.H., dan Viktorianus Gulo, M.H., untuk membahas perkembangan dunia peradilan, dinamika profesi hukum, serta pentingnya kompetensi dan integritas lulusan Fakultas Syariah dalam menghadapi tantangan dunia hukum di era modern.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan sambutan Dekan Fakultas Syariah IAIN Kerinci, Dr. H. Arzam, M.Ag. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa seminar nasional tersebut merupakan bagian dari upaya Fakultas Syariah dalam meningkatkan wawasan, kompetensi, dan kesiapan mahasiswa menghadapi perkembangan dunia peradilan serta berbagai profesi hukum. Menurutnya, lulusan Fakultas Syariah tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik dan penguasaan teori hukum, tetapi juga harus mampu menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dalam kehidupan profesional dan bermasyarakat. Hal tersebut perlu didukung dengan sikap profesional, etika, serta integritas dalam menjalankan tanggung jawab.

"Melalui seminar nasional ini, kami berharap mahasiswa Fakultas Syariah tidak hanya memahami hukum dari aspek teori, tetapi juga mengetahui bagaimana penerapannya dalam praktik peradilan dan profesi hukum. Sarjana syariah harus mampu menunjukkan kompetensi, profesionalisme, dan integritas dalam menjalankan tanggung jawabnya," ungkapnya.

Selanjutnya, Prof. Dr. H. Ismail, M.Ag., dalam pemaparannya menyoroti pentingnya penguatan kompetensi keilmuan bagi mahasiswa Fakultas Syariah sebagai bekal memasuki dunia kerja. Ia menjelaskan bahwa tantangan profesi hukum semakin kompleks seiring perkembangan masyarakat, perubahan regulasi, serta tuntutan terhadap penegakan hukum yang berkeadilan. Menurutnya, mahasiswa perlu membangun tradisi akademik, memperdalam pemahaman hukum, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis agar mampu menganalisis berbagai persoalan hukum secara komprehensif.

"Seorang sarjana syariah harus memiliki penguasaan ilmu yang baik dan kemampuan menganalisis persoalan hukum secara komprehensif. Jangan hanya berorientasi pada memperoleh gelar akademik, tetapi bagaimana ilmu yang dimiliki benar-benar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, Dr. Rendra Widyakso, S.H., M.H., membahas tantangan dunia peradilan dan kebutuhan sumber daya manusia yang profesional dalam bidang hukum. Ia menekankan bahwa perkembangan sistem peradilan menuntut calon praktisi hukum untuk memiliki pemahaman terhadap regulasi, keterampilan analisis, serta kemampuan mengikuti perkembangan teknologi dalam proses pelayanan dan penegakan hukum. Ia juga mengingatkan mahasiswa agar mulai mempersiapkan diri sejak bangku kuliah dengan memperkuat pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia profesi hukum.

"Dunia peradilan saat ini menghadapi berbagai perubahan dan tantangan. Karena itu, mahasiswa harus mempersiapkan diri dengan memperkuat pengetahuan hukum, keterampilan komunikasi, kemampuan analisis, serta pemahaman terhadap perkembangan teknologi," paparnya.

Adapun Viktorianus Gulo, M.H., menekankan pentingnya integritas sebagai fondasi utama dalam menjalankan profesi hukum. Menurutnya, kecerdasan dan penguasaan ilmu hukum harus diimbangi dengan kejujuran, tanggung jawab, serta keberanian menjunjung tinggi prinsip keadilan. Integritas menjadi aspek mendasar dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap para profesional di bidang hukum.

"Menjadi seorang profesional di bidang hukum bukan hanya tentang seberapa tinggi pengetahuan yang dimiliki, tetapi juga tentang bagaimana seseorang menjaga integritas dan tanggung jawabnya. Kepercayaan masyarakat harus dibangun melalui sikap jujur, profesional, dan konsisten dalam menegakkan keadilan," tegasnya.

Melalui seminar nasional ini, Fakultas Syariah IAIN Kerinci berharap mahasiswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai tantangan dan peluang di dunia peradilan serta profesi hukum. Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya memperkuat kualitas lulusan agar tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki integritas, etika profesi, dan tanggung jawab dalam mewujudkan keadilan di tengah masyarakat.

Riki - PUSAT MEDIA DAN PROMOSI 
©2026 IAIN Kerinci