SUNGAI PENUH – Seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) kini telah memasuki tahap akhir dengan proses wawancara. Tahap seleksi ini menjadi titik krusial bagi sekitar 80.000 peserta yang telah mengikuti serangkaian tes, termasuk tes Bakat Skolastik.
Terkait hal ini, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Dr. Jafar Ahmad, M.Si., memberikan tanggapannya terkait proses seleksi dan pentingnya kesiapan mental peserta, Selasa, (15/7). Menurutnya, fokus pada kesiapan mental peserta merupakan langkah strategis yang sejalan dengan visi IAIN Kerinci untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan kemampuan adaptasi tinggi dalam menghadapi tantangan.
“Kesiapan mental peserta sangat penting dalam seleksi ini. Kami mendukung penuh upaya Puspenma Kemenag untuk mempersiapkan peserta dengan baik, terutama dalam tahapan tes wawancara,” ujar Rektor.
Mengenai pelaksanaan wawancara secara daring, Jafar juga turut mendukung langkah Kemenag yang mengundang para akademisi dari berbagai kampus kredibel untuk menjadi pewawancara. Hal ini, menurutnya, akan memastikan bahwa proses seleksi tetap berlangsung secara objektif dan berkualitas. Terkait kemungkinan kendala teknis yang terjadi, Rektor juga menambahkan bahwa pihaknya akan memfasilitasi peserta seleksi BIB 2025 asal IAIN Kerinci dengan mengadakan sesi pelatihan dan simulasi wawancara. Hal ini bertujuan untuk membekali peserta dengan keterampilan komunikasi yang efektif dan kesiapan mental yang optimal.
“Kami juga memahami tantangan yang mungkin dihadapi peserta terkait akses internet, oleh karena itu kami akan menyediakan fasilitas yang dibutuhkan agar mereka dapat mengikuti seleksi tanpa hambatan teknis,” lanjutnya.
Sementara itu, Rektor juga menyoroti peran penting alumni program BIB dalam dunia pendidikan. Menurutnya, bagi peserta yang lolos dan berasal dari kalangan dosen, mereka diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di kampus masing-masing dan menjaga integritas sebagai seorang pendidik yang matang.
"BIB bukan hanya soal beasiswa, tetapi juga tentang kontribusi nyata bagi dunia pendidikan. Para dosen yang lulus diharapkan bisa membawa dampak positif bagi kualitas pendidikan di kampus mereka," ujarnya lagi.
Tahap wawancara Beasiswa Indonesia Bangkit 2025 akan berlangsung hingga 23 Juli 2025, dan ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk meraih beasiswa guna melanjutkan studi dan berkontribusi lebih besar bagi kemajuan bangsa. Tahapan seleksi ini juga sekaligus menjadi peluang emas bagi para peserta untuk melanjutkan studi, baik di dalam maupun luar negeri.
PUSAT MEDIA DAN PROMOSI
©2025 – IAIN Kerinci
- Log in to post comments
