Peresmian UIN Palopo: Menag Tekankan Universalitas Islam dan Kepemimpinan Transformasional

Peresmian UIN Palopo: Menag Tekankan Universalitas Islam dan Kepemimpinan Transformasional

PALOPO – Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nassaruddin Umar, MA, meresmikan alih status IAIN Palopo menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo, Jum'at (03/10). Dalam sambutannya, Menag menegaskan bahwa kehadiran UIN sangat penting untuk memperkuat universalitas Islam.

Menag mengisahkan perjuangan panjang mendirikan UIN di Indonesia, yang bermula dari transformasi IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi UIN Jakarta. Proses itu sempat menuai banyak penolakan dari sejumlah tokoh, termasuk Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Namun melalui pendekatan khusus, akhirnya alih status tersebut berhasil diwujudkan dan menjadi cikal bakal lahirnya berbagai UIN di tanah air.

“Untuk menjadi pemimpin di UIN, seorang rektor harus menjadi leader sekaligus manager yang terbaik. Tirulah Rasulullah. Kalau mau sukses, tekankan figur manajer yang menguasai detail, sehingga semua persoalan dapat diselesaikan,” ujar Menag.

Lebih jauh, Menag menekankan bahwa rektor UIN harus mampu mentransformasikan metodologi tradisional ke arah metodologi yang lebih komprehensif. Ia menegaskan, lulusan UIN bukan sekadar saintis, melainkan ilmuwan dan cendekiawan yang mampu memberi resonansi di masyarakat. “Seorang cendekiawan harus menguasai ilmu sekaligus mengamalkannya,” tandasnya.

Rektor UIN Palopo, Dr. Abbas Lang Aji, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Menteri Agama atas terwujudnya peresmian ini. Sementara itu, Rektor IAIN Kerinci yang turut hadir menyebut bahwa peresmian UIN Palopo menjadi inspirasi dan penyemangat bagi IAIN Kerinci untuk terus berjuang menuju status UIN.

RIKI - PUSAT MEDIA DAN PROMOSI ©2025 IAIN Kerinci