PADANG, IAIN Kerinci – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci kembali menunjukkan peran strategisnya di tingkat nasional dengan menjadi mentor dalam kegiatan Temu Nasional Lembaga Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang diselenggarakan oleh UIN Imam Bonjol Padang, Senin (27/04).
Kegiatan yang mengusung tema “Sinkronisasi dan Penyusunan Dokumen SPMI berdasarkan Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025” ini menjadi momentum penting dalam penguatan sistem penjaminan mutu di lingkungan PTKIN se-Indonesia. Selain sebagai forum konsolidasi nasional, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi praktik terbaik antarperguruan tinggi.
Acara dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. Hj. Martin Kustati, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa forum tersebut bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang strategis untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan PTKIN yang bermutu.
“Ada tiga gerakan besar dalam penguatan penjaminan mutu PTKIN, yakni: penguatan standar nasional pendidikan tinggi, pembangunan budaya mutu yang berkelanjutan, serta penguatan kolaborasi antar-PTKIN.”ujar rektor.
Dalam sambutan ketua Presedium LPM PTKIN Prof. Dr. Budiyono Saputra, M.Pd, “saya selaku ketua PILJAMU mengajak dan mengundang kita semua untuk menyatukan visi dan misi yang mana untuk Menyusun dokumen SPMI berdasarkan Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025” uangkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa akan mendampingi peserta untuk menyelesaikan dokumen-dokumen yang yang akan kita bawa ke kampus masing-masing untuk menjamin mutu kampus.
Dalam forum tersebut, LPM IAIN Kerinci dipercaya sebagai salah satu mentor strategis dalam pendampingan penyusunan dokumen SPMI bagi kampus-kampus PTKIN di Indonesia. Kepercayaan ini menegaskan posisi IAIN Kerinci sebagai salah satu rujukan nasional dalam implementasi sistem penjaminan mutu internal berbasis regulasi terbaru.
Ketua LPM IAIN Kerinci, Dr. M. Nurzein,M.Pd., menyampaikan bahwa keterlibatan IAIN Kerinci sebagai mentor merupakan bentuk komitmen institusi dalam berbagi pengalaman dan praktik baik antar-PTKIN.
“Kami di LPM IAIN Kerinci berupaya tidak hanya memenuhi standar, tetapi juga membangun sistem mutu yang aplikatif dan berkelanjutan. Melalui forum ini, kami ingin berbagi strategi penyusunan dokumen SPMI yang tidak hanya sesuai regulasi, tetapi juga mudah diimplementasikan di masing-masing perguruan tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antarlembaga penjaminan mutu menjadi faktor penting dalam memperkuat sistem penjaminan mutu internal di lingkungan PTKIN secara nasional.
Forum yang diinisiasi oleh PILJAMU ini dihadiri oleh 184 peserta dari seluruh PTKIN di Indonesia. Kegiatan dirancang dalam bentuk diskusi dan pelatihan teknis guna memperkuat kapasitas LPM masing-masing perguruan tinggi dalam menyusun dokumen SPMI yang selaras dengan regulasi terbaru.
Kehadiran LPM IAIN Kerinci sebagai mentor dalam forum nasional ini menjadi bukti nyata kontribusi aktif kampus dalam pengembangan mutu pendidikan tinggi keagamaan Islam di Indonesia. Dengan pengalaman dan praktik baik yang dimiliki, LPM IAIN Kerinci diharapkan terus menjadi penggerak dan pendamping bagi PTKIN lain dalam menyusun serta mengimplementasikan SPMI secara efektif.
Kegiatan ditutup dengan penampilan tari piring khas Minangkabau yang mempererat kebersamaan antar peserta, sekaligus menjadi simbol harmonisasi budaya dan akademik dalam membangun mutu pendidikan tinggi yang unggul.
Riki - PUSAT MEDIA DAN PROMOSI
©2025 IAIN Kerinci
- Log in to post comments
