SUNGAI PENUH, IAIN Kerinci - Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar ditegaskan akan tetap fokus menjalankan amanah yang diberikan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan, memperkuat kerukunan umat beragama, serta mengembangkan pendidikan agama dan keagamaan di Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin di Jombang, Kamis (27/8), di tengah munculnya dukungan agar Menag Nasaruddin Umar ikut dalam bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 NU.
Rektor IAIN Kerinci, Prof. Dr. H. Jafar Ahmad, S.Ag., M.Si., menyambut baik penegasan tersebut dan menilai fokus Menteri Agama dalam menjalankan tugas kenegaraan merupakan bagian penting dari upaya memperkuat pembangunan kehidupan beragama di Indonesia. Menurutnya, Kementerian Agama memiliki tanggung jawab strategis dalam memastikan pembinaan umat, penguatan pendidikan keagamaan, serta terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis terus berjalan secara berkesinambungan.
“Menteri Agama memiliki amanah besar dari Presiden untuk membina kehidupan beragama dan memperkuat kerukunan umat. Fokus menjalankan amanah tersebut tentu menjadi bagian penting dalam menghadirkan pelayanan keagamaan dan pendidikan yang semakin berkualitas bagi masyarakat,” ujar Prof. Jafar Ahmad.
Rektor menambahkan, dinamika organisasi kemasyarakatan keagamaan seperti NU merupakan bagian penting dalam perjalanan kehidupan sosial dan keagamaan bangsa Indonesia. Namun, berbagai dukungan maupun aspirasi yang muncul dalam momentum Muktamar NU hendaknya tetap ditempatkan secara proporsional, sehingga tidak mengurangi konsentrasi Menteri Agama dalam melaksanakan tugas pemerintahan dan pelayanan publik yang menjadi tanggung jawabnya.
“Kami menghormati seluruh aspirasi dan dukungan yang berkembang dalam Muktamar NU. Namun pada saat yang sama, tugas sebagai Menteri Agama merupakan amanah negara yang harus dijalankan secara sungguh-sungguh. Keduanya dapat berjalan dalam koridor masing-masing, dengan tetap mengutamakan kepentingan bangsa dan umat,” tegasnya.
Prof. Jafar Ahmad juga menilai bahwa penguatan sinergi antara Kementerian Agama dan organisasi kemasyarakatan keagamaan sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas kehidupan sosial serta memperkuat moderasi beragama. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun kerukunan, sehingga kolaborasi dengan berbagai organisasi keagamaan, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan masyarakat menjadi bagian penting dari strategi pembangunan nasional.
“Kementerian Agama perlu terus membangun komunikasi dan sinergi dengan seluruh organisasi kemasyarakatan keagamaan. Perbedaan pilihan dalam organisasi adalah hal yang wajar, tetapi semangat membangun persatuan, menjaga kerukunan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat harus menjadi kepentingan bersama,” katanya.
Lebih lanjut, Rektor IAIN Kerinci menegaskan bahwa perguruan tinggi keagamaan Islam memiliki posisi strategis dalam mendukung agenda pemerintah di bidang pendidikan agama dan pembinaan masyarakat. Kampus tidak hanya berperan mencetak lulusan yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga diharapkan mampu melahirkan generasi yang memiliki karakter, integritas, wawasan kebangsaan, serta mampu menjadi penggerak kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk.
“IAIN Kerinci akan terus mengambil bagian dalam memperkuat pendidikan Islam, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan sumber daya manusia. Perguruan tinggi keagamaan harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menciptakan generasi yang kompeten, berkarakter, dan mampu merawat persatuan bangsa,” ungkap Prof. Jafar Ahmad.
Ia berharap Muktamar ke-35 NU di Jombang dapat menghasilkan kepemimpinan dan program yang mampu memperkuat kontribusi NU bagi kehidupan bangsa dan umat. Menurutnya, organisasi keagamaan memiliki peran besar dalam menjaga harmoni sosial, memperkuat nilai-nilai keislaman yang moderat, serta mendukung pembangunan nasional melalui pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
“Apa pun hasil Muktamar ke-35 NU, kita berharap kepemimpinan yang lahir nantinya mampu membawa NU semakin kuat dalam memberikan kontribusi bagi umat, bangsa, dan negara. Sementara Kementerian Agama juga dapat terus menjalankan mandatnya dengan memperkuat pelayanan keagamaan, pendidikan, dan kerukunan umat beragama,” pungkasnya.
Penegasan tersebut sejalan dengan pernyataan Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin yang menyebut Menag Nasaruddin Umar akan fokus menjalankan tugasnya sebagai Menteri Agama sekaligus tetap berkhidmat untuk NU dalam posisi apa pun. Kementerian Agama juga berkomitmen terus menjalin sinergi dengan seluruh organisasi kemasyarakatan dalam merawat kehidupan dan kerukunan umat sebagai salah satu fondasi penting pembangunan Indonesia.
Riki - PUSAT MEDIA DAN PROMOSI
©2026 IAIN Kerinci
- Log in to post comments
