PBA IAIN Kerinci Selenggarakan Seminar Ilmu Bayān: Menghidupkan Keindahan Bahasa Wahyu

PBA IAIN Kerinci Selenggarakan Seminar Ilmu Bayān: Menghidupkan Keindahan Bahasa Wahyu

SUNGAI PENUH – Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Kerinci kembali menorehkan langkah inspiratif melalui penyelenggaraan Seminar Ilmiah Inovatif Berbasis Kearifan Lokal dengan tema “Bayān: Saat Kata Menyala Menjadi Cahaya.” Kegiatan yang berlangsung pada 3–4 November 2025 di kampus utama IAIN Kerinci ini menjadi ajang pengembangan ilmu sekaligus ruang refleksi atas keindahan bahasa wahyu.

Kegiatan ilmiah ini menghadirkan Ustadz Ferki Ahmad Marlion, akademisi IAIN Kerinci yang dikenal sebagai pengampu mata kuliah Balāghah dan peneliti bidang ‘Ijaz al-Qur’an. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya memahami Ilmu Bayān sebagai jendela untuk menyelami keindahan bahasa wahyu.

“Untuk merasakan kemukjizatan Al-Qur’an dari sisi keindahan makna dan bahasa, kita harus memandangnya melalui Balāghah, sebab Al-Qur’an memiliki nilai sastra yang tidak tertandingi,” ujar Ustadz Ferki di hadapan para peserta seminar, Selasa (4/11).

Pernyataan tersebut menjadi gema intelektual yang mengingatkan bahwa mukjizat Al-Qur’an tidak hanya terletak pada pesan ilahinya, tetapi juga pada keindahan bahasanya yang hidup dan menyinari hati para pembacanya.

Dengan gaya tutur yang menenangkan dan sarat makna, Ustadz Ferki menguraikan konsep-konsep penting dalam Ilmu Bayān seperti tasybīh (perumpamaan), isti‘ārah (metafora), kināyah (ungkapan tidak langsung), dan majāz (makna kiasan).
Ia menegaskan bahwa setiap unsur dalam bayān adalah manifestasi kemuliaan ilahi yang menyingkap makna mendalam di balik setiap ayat Al-Qur’an.

“Bahasa Al-Qur’an berbicara dengan kelembutan yang melampaui logika manusia. Setiap lapisan makna di dalamnya adalah cahaya yang menuntun manusia kepada kebenaran dan keimanan yang lebih dalam,” tutur Ustadz Ferki dengan nada reflektif.

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab IAIN Kerinci, Ustadz Yoza Andi Puta, M.Pd., turut hadir dan memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, ia menilai seminar ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat khazanah keilmuan mahasiswa, sekaligus memperkokoh identitas akademik Prodi PBA sebagai pusat kajian bahasa dan sastra Islam di IAIN Kerinci.

“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan semangat ilmiah mahasiswa serta memperdalam pemahaman mereka terhadap keindahan bahasa Arab, terutama dalam konteks Al-Qur’an,” ungkap Ustadz Yoza.

Seminar yang diikuti oleh mahasiswa PBA dari berbagai angkatan itu berlangsung interaktif. Para peserta tidak hanya menyimak materi, tetapi juga aktif bertanya dan berdiskusi. Bagi mereka, Ilmu Bayān bukan sekadar teori linguistik, melainkan cermin dari keagungan wahyu dan jalan mengenal Tuhan melalui bahasa yang indah.

Salah satu peserta, Karin Mikayla, mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari kegiatan ini. Ia merasa bahwa seminar tersebut membuka cara pandangnya terhadap bahasa Arab dan memperdalam pemahaman spiritualnya terhadap makna di balik kata-kata Al-Qur’an. Karin menilai metode penyampaian yang digunakan oleh narasumber sangat memudahkan peserta dalam memahami konsep Ilmu Bayān yang selama ini dianggap rumit.

“Seminar kemarin sangat bermanfaat dan menambah wawasan saya. Ustaz menyampaikan materi Ilmu Bayān dengan jelas dan menarik, disertai contoh yang mudah dipahami. Suasana acara juga tertib dan interaktif. Saya merasa senang bisa mengikuti kegiatan ini karena banyak ilmu baru yang saya dapatkan,” ujar Karin.

Ia kemudian menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberinya pengetahuan baru, tetapi juga pengalaman belajar yang menyenangkan.

“Seminar ini membuka pandangan saya bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga cermin keindahan makna. Cara penyampaian Ustaz yang asyik dan adanya kuis di akhir acara membuat suasana seminar lebih hidup dan menyenangkan,” tambahnya dengan antusias.

Peserta lainnya, Vina Intan Fitri, juga merasakan hal serupa. Menurutnya, materi yang disampaikan dalam seminar tersebut membangkitkan motivasi baru untuk mendalami kajian bahasa Arab lebih jauh.

“Saya merasa terinspirasi dan termotivasi untuk terus belajar lebih banyak, terutama karena penyampaian narasumber sangat menarik dan mudah dipahami,” tuturnya.

Dengan nuansa akademik yang sarat nilai sastra, seminar ini menjadi penanda bahwa Ilmu Bayān bukan hanya tentang kata, melainkan tentang cahaya yang memancar dari makna. Di ruang kuliah yang tenang, kata-kata seolah bernafas, makna bersinar, dan Al-Qur’an kembali terasa sebagai mukjizat yang hidup di hati para pencintanya.

Seminar ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap Ilmu Balāghah, khususnya Ilmu Bayān, melalui pendekatan inovatif yang berpadu dengan nilai-nilai kearifan lokal. Dalam konteks pendidikan bahasa Arab, Ilmu Bayān tidak hanya mengajarkan teori retorika, tetapi juga menumbuhkan kepekaan estetik dan spiritual mahasiswa terhadap keindahan bahasa Al-Qur’an sebagai sumber nilai, inspirasi, dan kebijaksanaan.

Riki - PUSAT MEDIA DAN PROMOSI ©2025 IAIN Kerinci