SUNGAI PENUH - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci gelar pembekalan bagi 24 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan 173 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang diterima pada formasi tahun 2024. Kegiatan ini diadakan di Aula Perpustakaan Digital, Senin (1/12). Kegiatan ini menjadi awal bagi para pegawai baru untuk memahami arah kebijakan, tuntutan profesional, serta budaya birokrasi yang akan mereka hadapi di lingkungan kampus.
Acara tersebut dihadiri oleh pejabat dari Kementerian Agama RI yang memberikan penjelasan mengenai sistem kepegawaian modern. Dr. H. Wawan Junaidi, M.A., Kepala Biro SDM Kemenag RI, serta Septian Saputra, S.Kom., M.M., Kepala Bagian Pengadaan dan Mutasi Biro SDM Kemenag RI, memberikan materi strategis terkait regulasi kepegawaian, standar etika, dan pengembangan karier pegawai negeri.
Dalam sambutannya, Rektor IAIN Kerinci, Dr. Jafar Ahmad, S.Ag., M.Si., menyampaikan bahwa penguatan karakter aparatur negara merupakan prioritas dalam pembinaan pegawai negeri. Ia menekankan bahwa perubahan lingkungan pendidikan tinggi dan peningkatan tuntutan masyarakat membutuhkan pegawai negeri yang memiliki kompetensi dan moral yang lebih kuat.
“Integritas dan profesionalisme menjadi dasar utama bagi setiap pegawai negeri.
Kami berharap para CPNS dan PPPK yang baru bergabung bisa beradaptasi dengan cepat dan memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan visi IAIN Kerinci sebagai pusat pengembangan ilmu keislaman yang unggul,” ujarnya.
Penekanan serupa juga disampaikan oleh Wakil Rektor II IAIN Kerinci, Prof. Dr. Ahmad Jamin, S.Ip., S.Ag., M.Ag. Ia menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya memberikan pemahaman dasar tentang tugas administratif, tetapi juga untuk menanamkan kesadaran mengenai budaya organisasi. Menurutnya, kesiapan mental dan disiplin menjadi kunci dalam menjalankan tugas birokrasi modern.
“Kami merancang pelatihan ini agar para pegawai memahami tugas dan tanggung jawab sejak hari pertama. Disiplin, kepatuhan administratif, dan budaya kerja yang baik harus menjadi bagian dari setiap pegawai negeri,” tegasnya.
Dari pihak Kementerian Agama, Dr. H. Wawan Junaidi, M.A. menjelaskan secara detail dinamika kebijakan kepegawaian yang saat ini lebih transparan dan terukur. Ia menekankan pentingnya pegawai baru memahami setiap regulasi sejak awal, terutama terkait hak, kewajiban, serta mekanisme penilaian kinerja.
“Sebagai pegawai Kementerian Agama, penting bagi para pegawai baru untuk memahami regulasi dan etika birokrasi.
Kami ingin memastikan mereka siap menjalankan peran secara profesional dan berintegritas,” jelasnya.
Sementara itu, Septian Saputra, S.Kom., M.M. menambahkan perspektif tentang pentingnya perencanaan karier bagi generasi pegawai negeri baru. Ia menjelaskan bahwa sistem pengembangan karier kini semakin berbasis merit, sehingga setiap pegawai memiliki peluang yang sama selama memenuhi standar kinerja dan kompetensi.
Pengembangan karier bagi pegawai negeri sipil (ASN) kini semakin terbuka dan bergantung pada hasil kerja. Dengan memahami cara kerjanya dari awal, para calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dapat merencanakan langkah karier mereka dengan lebih baik dan lebih terarah, kata dia.
Melalui pelatihan ini, para CPNS dan PPPK Formasi 2024 diharapkan lebih memahami tugas dan tanggung jawab sebagai pegawai negara, sekaligus siap beradaptasi dengan budaya kerja akademik yang membutuhkan integritas, inovasi, dan profesionalisme.
Kegiatan ini menjadi awal langkah dalam membentuk ASN yang memiliki komitmen tinggi terhadap nilai-nilai dan visi institusi IAIN Kerinci.
Riki - PUSAT MEDIA DAN PROMOSI ©2025 IAIN Kerinci
- Log in to post comments
