JAKARTA - Menjelang dibukanya Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PTKN Tahun 2026, Kementerian Agama RI bersama Forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) menggelar rapat Persiapan Launching PMB PTKN 2026 di Vertue, Jakarta, Minggu (21/12). Pertemuan ini menjadi ajang konsolidasi nasional untuk menyamakan arah, memperkuat koordinasi, sekaligus merancang strategi PMB PTKN yang lebih adaptif dan kompetitif.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, Ph.D., hadir langsung dan menyampaikan sejumlah penekanan penting. Ia didampingi Ketua Forum Rektor PTKN Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag., dan Sekretaris Forum Rektor Dr. Jafar Ahmad, S.Ag., M.Si., Hadir pula Panitia Nasional PMB PTKN, di antaranya Prof. Abdul Aziz (UIN Tulungagung)dan Prof. Dr. Wasilah (UIN Majene), serta para Rektor PTKN dari seluruh Indonesia.
Dalam forum tersebut, Sekjen Kemenag mengungkapkan rencana pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren yang akan memperkuat peran Ma’had Ali sebagai lembaga pencetak ulama. Menurutnya, langkah ini sekaligus menjadi alarm bagi PTKN agar terus menegaskan perannya.
“PTKN harus tampil dengan ciri khasnya: kuat di ilmu agama, tapi juga luas dalam wawasan sosial dan sains,” pesannya.
Sekjen juga mengingatkan pentingnya menjadikan RPJMN sebagai kompas utama pengembangan PTKN lima tahun ke depan. Dengan berpijak pada agenda pembangunan nasional, PTKN diharapkan tidak berjalan sendiri, tetapi menjadi bagian dari solusi besar bangsa, khususnya dalam pembangunan manusia dan penguatan kehidupan beragama.
Lebih jauh, Sekjen menekankan perlunya cara pandang baru tentang keberagamaan. Keberagamaan, menurutnya, tidak cukup berhenti di ranah simbol dan ritual, tetapi harus terasa manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Isu lingkungan, solidaritas sosial, hingga penguatan ekonomi umat melalui wakaf disebut sebagai contoh nyata bagaimana nilai-nilai agama bisa hadir secara konkret. Semangat inilah yang dirangkum dalam tagline “Kemenag Berdampak.”
Soal pendanaan, Sekjen tidak menutup mata terhadap keterbatasan anggaran keagamaan yang saat ini hanya sekitar 0,3 persen dari total APBN. Karena itu, wakaf didorong sebagai salah satu sumber dana abadi yang bisa menopang keberlanjutan program-program strategis PTKN sekaligus pemberdayaan umat.
Sementara itu, Ketua Forum Rektor PTKN Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag. menyampaikan bahwa pendaftaran PDSS SPAN PTKN 2026 akan dibuka pada 5 Januari 2026. Launching PMB PTKN direncanakan berlangsung secara luring dan daring agar menjangkau madrasah di seluruh Indonesia. Forum Rektor juga menegaskan komitmen untuk terus mendorong internasionalisasi PTKN, termasuk memperkuat layanan bagi mahasiswa asing.
Melalui pertemuan ini, Kementerian Agama, Forum Rektor, Panitia Nasional, dan seluruh PTKN sepakat untuk bergerak bersama menyukseskan PMB PTKN 2026. Targetnya jelas: menghadirkan PTKN yang tidak hanya diminati calon mahasiswa, tetapi juga semakin relevan dan berdampak bagi masyarakat dan bangsa.
Riki - PUSAT MEDIA DAN PROMOSI
©2025 IAIN Kerinci
- Log in to post comments
