PALEMBANG - Kegiatan demi kegiatan mulai dilaksanakan sebagai rangkaian acara Perkemahan Wirakarya Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan (PWN-PTK) ke-XV di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Sumatera Selatan. Hari pertama, para peserta melakukan bakti fisik dengan membuat biopori di lingkungan kampus UIN Raden Fattah, Rabu (10/11).
Para wakil dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri se-Indonesia membuat Biopori untuk meningkatkan kesuburan tanah dan mengurangi dampak banjir di daerah tersebut.
"Kami dan teman teman dari berbagai kampus membuat lubang resapan biopori yakniblubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah sebagai metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah", ujar Novitri sebagai salah satu kotingen mahasiswa dari IAIN Kerinci.
Peningkatan daya resap air pada tanah dilakukan dengan membuat lubang pada tanah dan menimbunnya dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos. Sampah organik yang ditimbunkan pada lubang ini kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang seterusnya mampu menciptakan pori-pori di dalam tanah.
"Pramuka tentu harus bisa menjaga lingkungan dan mengkampanyekan nya kepada masyarakat, ini salah satu kegiatan yang sangat bermanfaat," ungkap Novitri lagi.
Sementara itu, Bukhari MPd, Pendamping Kontingen IAIN Kerinci mengatakan, selain membuat Biopori, kontingen juga memiliki agenda yang cukup padat, misalnya pelatihan videografi dan kepemimpinan.
"Beberapa diantaranya juga melakukan bakti sosial di masyarakat, dan temu tokoh pramuka nasional," ungkapnya singkat.
(Media Center-TIPD)
- Log in to post comments
