SUNGAI PENUH– Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Kerinci kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan tradisi akademik dengan menyelenggarakan kuliah umum pada Kamis (11/09). Kegiatan tersebut berlangsung di ruang pertemuan Gedung SBSN lantai 3 IAIN Kerinci. Suasana ruang pertemuan yang dipenuhi oleh mahasiswa, dosen, dan tamu undangan menambah semarak jalannya acara. Kuliah umum kali ini terasa istimewa karena mengangkat tema aktual, yakni “Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Pengembangan Studi Ushuluddin, Adab, dan Dakwah.” Tema tersebut dipandang relevan dengan kebutuhan zaman, di mana teknologi digital semakin dekat dengan kehidupan akademik dan keagamaan.
Dalam kesempatan ini, Dekan FUAD IAIN Kerinci, Dr. Jalwis, M.Ag.,memberikan kata sambutan yang hangat sekaligus penuh motivasi. Beliau menegaskan bahwa kuliah umum bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan ruang intelektual yang harus menjadi tradisi bagi mahasiswa. Dr. Jalwis menekankan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan modern, termasuk kecerdasan buatan, harus dipandang sebagai peluang besar untuk memperkaya khazanah keilmuan Islam.
“AI bukan hanya milik dunia sains dan teknologi, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk pengembangan ilmu keislaman, seperti digitalisasi naskah klasik, analisis teks keagamaan, hingga strategi dakwah di ruang digital. Mahasiswa harus berani keluar dari zona nyaman dan mulai memikirkan cara-cara kreatif dalam memanfaatkan teknologi untuk memperkuat dakwah Islam yang moderat,” ujarnya.
Acara secara resmi dibuka oleh Rektor IAIN Kerinci, Dr. Jafar Ahmad, S.Ag., M.Si. Dalam pidato pembukaannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif FUAD dalam mengangkat tema visioner ini. Menurutnya, perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan, tidak bisa dihindari dan justru harus diarahkan agar selaras dengan nilai-nilai Islam. Rektor juga mengingatkan bahwa mahasiswa IAIN Kerinci memiliki tanggung jawab besar untuk tidak hanya menjadi pengguna pasif teknologi, tetapi juga ikut serta dalam melahirkan gagasan kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kita harus menjadikan AI sebagai alat bantu dalam memperdalam ilmu agama, memperluas jangkauan dakwah, serta menghadirkan Islam yang damai di tengah tantangan zaman. Dengan cara itu, IAIN Kerinci bisa menjadi pelopor dalam mengintegrasikan ilmu agama dan teknologi modern,” tegasnya.
Materi kuliah umum disampaikan oleh Marta Jaya, M.Pd seorang Founder MJ-Edurech yang kompeten di bidang teknologi dan kajian keislaman. Narasumber menjelaskan berbagai potensi pemanfaatan kecerdasan buatan dalam bidang ushuluddin, adab, dan dakwah. Misalnya, penggunaan Natural Language Processing untuk memahami teks-teks klasik Arab, pemanfaatan AI dalam menganalisis literatur keagamaan, serta penerapan teknologi data mining untuk membaca tren sosial yang relevan dengan isu-isu dakwah kontemporer.
"AI mampu membantu proses digitalisasi kitab turats sehingga generasi muda bisa lebih mudah mengakses khazanah intelektual Islam".ujar marta.
Selain itu, narasumber mengajak peserta untuk tidak hanya melihat AI dari sisi teknis, tetapi juga dari sisi etis dan filosofis. Teknologi hanyalah alat yang netral, sehingga penggunaannya bergantung pada niat dan arah yang diberikan oleh manusia. Dalam konteks dakwah dan studi keislaman, AI seharusnya digunakan untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan kearifan lokal. Dengan begitu, kehadiran teknologi tidak akan mengikis nilai-nilai luhur, melainkan justru mendukung penyebaran Islam rahmatan lil ‘alamin.
Kuliah umum ini berlangsung dalam suasana yang interaktif. Mahasiswa tampak antusias mendengarkan pemaparan materi, bahkan banyak yang mengajukan pertanyaan kritis seputar peluang riset, tantangan etika, hingga penerapan AI dalam kehidupan sehari-hari. Diskusi berlangsung hangat, menunjukkan bahwa topik ini mampu memantik rasa ingin tahu sekaligus semangat intelektual mahasiswa.
Acara kuliah umum ditutup dengan sesi foto bersama, menandai berakhirnya rangkaian kegiatan yang penuh inspirasi. Pihak fakultas menyampaikan harapan agar mahasiswa tidak berhenti pada forum ini saja, tetapi terus menumbuhkan tradisi ilmiah melalui diskusi, penelitian, dan karya nyata.
Dengan terselenggaranya kuliah umum bertema kecerdasan buatan ini, FUAD IAIN Kerinci menegaskan komitmennya untuk melahirkan generasi muda yang tidak hanya berakar pada tradisi keilmuan Islam, tetapi juga terbuka pada perkembangan teknologi. Harapannya, mahasiswa IAIN Kerinci mampu menjadi pionir dalam mengintegrasikan ilmu agama dan teknologi, serta siap menghadapi tantangan era digital dengan pemikiran kritis, kreatif, dan sikap moderat.
- Log in to post comments
