JAKARTA-Sebanyak 30 orang Rektor dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se Indonesia mengikuti kegiatan master training moderasi beragama yang diadakan oleh Pusdiklat tenaga administrasi Badan Litbang dan Diklat Kementrian Agama 15-19 November 2021di Hotel Cristal Cilandak Jakarta Selatan.
Salah satu peserta dalam acara ini, Rektor IAIN Kerinci, Dr Asa'ari mengatakan, kegiatan ini ke depan akan menjadi program nasional untuk semua Kementerian dan lembaga, terutama lembaga pendidikan dari pusat sampai daerah (desa), semua aparatur negara PNS atau pegawai BUMN, dan masyarakat.
"Saya masuk dalam angkatan 1, ada 30 Rektor PTKIN yang diundang, nanti ada angkatan 2, dan seterusnya, untuk para pimpinan, dosen, guru, dan lainnya. Juga jajaran Kanwil Kemenag di masing masing provinsi," jelasnya.
Dikatakannya, kegiatan ini dilaksanakan karena massifnya penyebaran paham intoleransi atas nama agama oleh kelompok-kelompok tertentu di Indonesia.
"Sehingga ke depan bisa mengancam keutuhan kerukunan umat beragama, eksistensi bangsa dan negara, makanya ini menjadi agenda yang penting," sebutnya.
Penyebaran paham-paham intoleransi dalam beragama ini lebih banyak menyasar anak-anak muda dari umur 14 sampai 40 tahun.
"Tidak mustahil juga umur 40 ke atas terutama orang-orang yang pengetahuan dan wawasan beragamanya lemah, sehingga mudah dipengaruhi atau bahkan didoktrin. Oleh sebab itu kita perlu waspada, cermat dan hati-hati," paparnya.
(Media Center -TIPD)
- Log in to post comments
