SUNGAI PENUH – Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran pendidikan tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) Tahun 2025 , BKPI menggagas program unggulan bertajuk “Pendampingan Siswa dalam Meningkatkan Kompetensi Digital Citizenship dan Assertive Communication untuk Membangun Social Resilience dan Mencegah Cyberbullying di Kalangan Pelajar SMAN 13 Kerinci.”
Kegiatan PkM ini secara resmi dibuka, Sabtu (1/11) di Aula Sekolah Menengah Atas Negeri 13 Kerinci dan mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah, guru, serta para siswa. Program ini merupakan bagian dari realisasi pendanaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Kerinci Tahun 2025.
Ketua Pelaksana, Hengki Yandri, S.Pd., M.Pd., Kons., menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjawab tantangan era digital yang semakin kompleks, terutama dalam membangun karakter siswa agar mampu berinteraksi sehat dan beretika di ruang digital.
“Kami ingin membekali siswa dengan kemampuan menjadi warga digital yang bijak serta memiliki komunikasi asertif. Dua hal ini penting agar mereka memiliki ketahanan sosial dan mampu melindungi diri dari fenomena negatif seperti cyberbullying,” ujar Hengki Yandri.
Tim pelaksana PkM BKPI terdiri dari gabungan dosen dan mahasiswa yang memiliki kompetensi di bidang konseling pendidikan. Selain Hengki Yandri, tim ini juga diperkuat oleh Dosi Juliawati, S.Pd., M.Pd., Kons., Emy Karnangsyah, M.Pd., serta dua mahasiswa aktif BKPI, Zaidatul Adawiyah dan Felisya Cahyani. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari upaya Prodi BKPI dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya aspek pengabdian dan pembelajaran berbasis pengalaman langsung.
Dalam sambutannya, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 13 Kerinci, Sukri, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Ia menilai, pendampingan yang diberikan IAIN Kerinci sangat relevan dengan kondisi peserta didik saat ini yang tidak bisa dilepaskan dari dunia digital.
“Kami sangat berterima kasih kepada tim BKPI IAIN Kerinci. Tantangan digital bukan hanya soal teknologi, tetapi juga karakter. Dengan pendampingan ini, kami berharap siswa tidak hanya cerdas digital, tetapi juga beretika dan mampu berkomunikasi tegas serta santun dalam menghadapi berbagai situasi di dunia maya,” ungkapnya.
Program PkM ini menjadi bukti nyata komitmen IAIN Kerinci, khususnya Prodi BKPI FTIK, dalam memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah. Melalui kegiatan ini, diharapkan akan terwujud lingkungan belajar yang aman, suportif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta isu sosial kontemporer di kalangan pelajar.
Selain memberikan edukasi tentang digital citizenship dan assertive communication, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong siswa untuk menjadi agen perubahan dalam menciptakan budaya digital yang sehat dan berkeadaban di lingkungan sekolah.
“Kegiatan ini sejalan dengan visi IAIN Kerinci untuk menghadirkan pendidikan Islam yang moderat, adaptif, dan responsif terhadap tantangan zaman,” tutup Hengki Yandri.
Riki - PUSAT MEDIA DAN PROMOSI ©2025 IAIN Kerinci
- Log in to post comments
